Bawaslu Kota Blitar Ajak Pemilih Pemula SMKS PGRI 1 Berperan Aktif dalam Pengawasan Partisipatif
|
Membentuk pemilih yang kritis dan bertanggung jawab perlu dimulai sejak dini. Melalui sosialisasi pengawasan partisipatif dalam kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) di SMKS PGRI 1 Kota Blitar, Bawaslu Kota Blitar mengajak generasi muda memahami perannya dalam menjaga kualitas demokrasi, Rabu (14/10/2026).
Kegiatan bertema “Peran Pemilih Pemula dalam Pengawasan Partisipatif” ini dibuka oleh Ketua Bawaslu Kota Blitar, Roma Hudi Fitrianto. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045, termasuk melalui keterlibatan aktif dalam proses demokrasi.
Roma mengingatkan para siswa agar tidak menentukan pilihan hanya berdasarkan popularitas calon atau pengaruh orang lain. Pemilih perlu mengenali visi, misi, program kerja, serta rekam jejak calon pemimpin sebagai dasar dalam menentukan pilihan secara rasional dan bertanggung jawab.
Ia juga mengajak siswa untuk tidak bersikap pasif ketika menemukan dugaan pelanggaran Pemilu. Masyarakat dapat berpartisipasi dalam pengawasan dengan menyampaikan laporan kepada Bawaslu sesuai ketentuan dan mekanisme yang berlaku.
Memasuki sesi materi, Anggota Bawaslu Kota Blitar sekaligus Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (HPPH), Sarwi Ruci, mengajak peserta memahami demokrasi melalui contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, yakni pemilihan Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS).
Menurutnya, prinsip memilih dalam pemilihan OSIS dapat menjadi pembelajaran untuk menghadapi Pemilu. Siswa perlu mempertimbangkan visi, misi, program kerja, serta kemampuan calon dalam menjalankan amanah, bukan semata-mata karena kedekatan pribadi atau popularitas.
Dalam menghadapi Pemilu 2029, para siswa juga diingatkan untuk mempersiapkan diri menjadi pemilih yang cerdas dan bertanggung jawab. Penggunaan hak pilih perlu disertai kesadaran untuk tidak bersikap apatis terhadap proses demokrasi, menghindari praktik politik uang (money politics), serta tidak mudah terpengaruh maupun ikut menyebarkan berita bohong atau hoaks.
Partisipasi dalam Pemilu tidak berhenti pada penggunaan hak pilih, tetapi juga mencakup kepedulian untuk mengawasi jalannya proses demokrasi. Keterlibatan masyarakat, termasuk pemilih pemula, menjadi bagian penting dalam mendorong penyelenggaraan Pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas.
Melalui kegiatan LDKS ini, Bawaslu Kota Blitar berharap para siswa SMKS PGRI 1 Kota Blitar dapat menjadi pemilih pemula yang kritis, berani bersikap terhadap dugaan pelanggaran, serta berkontribusi dalam pengawasan partisipatif demi menjaga kualitas demokrasi.