Roma Hudi Fitrianto
Ketua yang Berdedikasi untuk Kepemiluan
Roma Hudi Fitrianto mulai terlibat dalam kepemiluan sudah sejak lama. Lahir di Blitar pada tanggal 14 Mei 1988 Roma memulai pendidikan di Blitar. Roma mendapat gelar sebagai sarjana Ekonomi di Universitas Islam Blitar pada tahun 2016. Mengikuti Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan turut aktif dalam berbagai kegiatan di perkuliahan Roma menjabat sebagai Wakil Presiden BEM pada Tahun 2009- 2010. Dalam organisasi perjalanan aktivismenya juga terlibat dalam Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia (GMNI)
Berkecimpung dalam kepemiluan dan telah beberapa kali menjadi Panwascam sejak 2018-2022. Roma menemui banyak pengalaman berharga yang selanjutnya ia jadikan sebagai pembelajaran untuk menghadapi permasalah terkait kepemiluan.
“Sejak 2009 saya sudah tertarik dengan Kepemiluan jadi saya terlibat pada panwas kelurahan hingga 2013, saya ingin memberikan dedikasi yang lebih tinggi pada kepemiluan”.
Berkat keterlibatannya yang konsisten pada kepemiliuan saat ini pada Bawaslu Kota Blitar Roma menjabat sebagai Ketua sekaligus Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi, Pendidikan, Pelatihan Data dan Informasi. Sebagai seorang ketua Roma mengedepankan sikap yang megedepankan soliditas dengan anggota maupun staf pada Bawaslu Kota Blitar.
“Memberi contoh bagi anggotanya saya rasa pemimpin harus bias menjadi contoh yang baik serta menjaga untuk tetap solid antar anggota dan staf itu juga penting”
Mendapat kesempatan untuk aktif padaa kepemiluan, keinginan Roma untuk belajar merupakan pesan dari pendahulunya yang merupakan Mantan Ketua Bawaslu Kota Blitar (Alm) Bambang Arintoko.
“Terus sinau peraturan, tetap belajar karena kalau sudah ada peraturan jadi lebih mudah dan jangan berkata tidak pada tugas yang diberikan, kita bisa belajar terus dan tau salahnya dimana kalau kita mau terus belajar”
Roma berharap sesuai dengan visi misi Bawaslu Kota Blitar agar kedepannya bisa menjadi penyelenggara yang terpercaya serta menajga integritas.
Sarwi Ruci
Penggerak Partisipasi Wanita
Sarwi Ruci atau akrab dengan sapaan Ruci Lahir di Blitar, 09 Juni 1976. Ia lahir dan besar di Kota Proklamator serta mengenyam pendidikan Pendidikan di kota kelahirannya. Kemudian melanjutkan kuliahnya di Universitas Gajayana, Malang. Saat ini Ruci menjadi sosok Ibu dengan dua Putra. Selama menjalani perkuliahan Ruci aktif berorganisasi, keikutsertaannya dimulai dengan tergabung pada Himpunan Mahasiswa Jurusan hingga menjabat sebagai Ketua 1 Badan Eksekutif Mahasiswa di tahun 1996- 1997. Bertindak aktif dalam berbagai kegiatan tidak hanya dilakukan Ruci pada internal kampusnya saja. Selain itu, Ruci juga ikut andil dalam Himpunan Mahasiswa Islam Indonesia (HMI) Malang.
Kegiatan Partisipatif Ruci dalam berorganisasi tidak berhenti pada saat perkuliahan, setelah itu Ruci memiliki pengalaman sebagai Sekretaris Korps-HMI-Wati (Kohati) cabang Malang. Kemudian Ruci menjabat sebagai Ketua Bidang Kesehatan dan Keilmuan pada Forum Alumni HMI Wati (FORHATI) yang merupakan organisasi alumni HMI wati yang berada di dalam KAHMI (Korp Alumni HMI). Dalam organisasi tersebut Ruci pernah menjadi narasumber dalam forum diskusi tentang Kepemiluan bersama dengan anggota Forhati. Dalam perjalanannya Ruci selalu menerapkan prinsip untuk terus belajar. “Hidup itu belajar dan berproses, belajar tidak hanya dalam konteks sekolah tetapi dimanapun kita berada adalah sebuah pembelajaran. Menerima hal baru itu belajar, jika ada tekanan kita bisa berproses”. Pengalamannya dalam berorganisasi dan penyuluhan dijadikan sebagai pembelajaran untuk menikmati setiap proses yang terjadi. “Nikmati proses dan jangan berekspektasi terlalu tinggi pada sesuatu, apabila mendapatkan lebih dari apa yang kita inginkan itu bonus”.
Saat ini Ruci menjabat sebagai Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat di Bawaslu Kota Blitar sesuai dengan divisinya ia berkeinginan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, utamanya perempuan dalam terselenggarakannya pemilihan umum di wilayah Kota Blitar. “Jika dilihat dari data, perbandingan antara laki- laki dan perempuan di wilayah Kota Blitar jumlah perempuan lebih mendominasi, maka seharusnya partisipasinya juga harus lebih aktif”. Partisipasi pemilih menjadi elemen penting karena merupakan syarat terpenuhinya sistem demokrasi yang berbasis kedaulatan rakyat. Sehingga kedepannya Ruci berharap keterlibatannya di Bawaslu Kota Blitar dapan menjadikan Pemilu menjadi lebih baik.
M. Nur Aziz
Pendamping Masyarakat menjadi Pendamping Penyelesaian Sengketa
M. Nur Aziz lahir di Blitar 35 tahun lalu. Mulai mengenyam pendidikan di sekolah dasar berbasis islam di Kota Blitar. Pada saat sekolah menengah Aziz melanjutkan pendidikan di Madrasah Tsanawiyah di Tulungagung.Namun, di tahun 2005 kembali melanjutkan ke Madrasah Aliah Negeri 1 Blitar.
Aziz mulai aktif berorganisasi pada perkuliahannya, ia mengambil jurusan Pendidikan dan tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa di IAIN Tulungagung. Selama di perkuliahan Aziz mengikuti organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Keaktifannya dalam kegiatan organisasi menjadi motivasi awalnya menerjunkan diri pada ranah kepemiluan.
“Pada mekanisme pemilihan Presiden BEM dan Wakil Presiden BEM saya anggap sebagai miniatur Negara dalam pemilihan calon pemimpinnya, saya ingin ikut aktif karena melibatkan banyak elemen di dalamnya”.
Dalam organisasi PMII Aziz pada awalnya dimulai dari Pengurus Rayon, Komisariat hingga menjadi Pengurus Cabang PMII Tulungagung di tahun 2009- 2013. Kemudian sebelum terpilih sebagai anggota Komisioner Kota Blitar, Aziz adalah sosok pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) yang merupakan program pemberian bantuan sosial bersyarat kepada Keluarga Miskin (KM) yang ditetapkan sebagai keluarga penerima manfaat PKH.
Aziz memberikan pendampingan dan berhubungan langsung dengan masyarakat serta berbagai institusi. Pengawasan terkait Kepemiluan merupakan hal yang menarik untuk dipelajari dan diikuti, sejalan dengan sosok yang menjadi inspirasinya selama ini yang merupakan pendahulunya pada PMII, yang memotivasinya agar menjadi sosok yang pintar dan multitalenta.
Saat ini Aziz menjadi Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa di Bawaslu Kota Blitar. Saat terlibat langsung pada proses di Bawaslu ia berusaha memposisikan diri dan harus adaptif dalam berbagai kondisi. Selain itu, terkait penyelesaian sengketa ia mempelajari Peraturan dan Undang- undang terkait penyelesaian sengketa agar dapat menguasai apabila ada permasalahan dalam divisinya ia mampu menyelesaikan permasalahan sesuai dengan peraturan yang berlaku
Aziz berharap keterlibatannya sebagai anggota Bawaslu Kota Blitar bias mengobarkan semangat baru untuk suksesnya Pemilu 2024. Hal ini sejalandengan pesan dari sosok ayah yang akan ia ingat dalam setiap langkahnya.
“Pesan Bapak saya itu tentang apa yang menjadi kekurangan dan kelemahan kamu, yang bias menutupi kamu sendiri”
Pembelajaran dari sosok yang memberikan pembelajaran pada banyak hal ini, Aziz selalu berusaha untuk menjalankan tugas dengan sebaik mungkin. Harus bias memahami setiap keawajiban yang diberikan sehingga dapat terpenuhi dan memiliki hasil yang maksimal.