Bawaslu Kota Blitar Dorong Peran Aktif Kader Perempuan dalam Membangun Kepemimpinan Inklusif
|
Bawaslu Kota Blitar turut berperan dalam kegiatan Bincang Perempuan dan Dies Natalis Kohati ke-59 yang diselenggarakan oleh Kohati Cabang Blitar pada Sabtu, 18 Oktober 2025. Kegiatan yang berlangsung di Aula Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Blitar ini mengusung tema “Refleksi Perjuangan, Konsolidasi Peran, dan Akselerasi Kaderisasi Kohati sebagai Kekuatan Intelektual dan Solutif di Tengah Dinamika Masyarakat.” Dalam kesempatan tersebut, Anggota Bawaslu Kota Blitar, Sarwi Ruci, hadir sebagai narasumber dan membawakan materi bertajuk “Perempuan dan Pendidikan Demokrasi: Membangun Kepemimpinan dan Partisipasi.” Kegiatan ini menjadi wadah refleksi dan penguatan bagi kader perempuan untuk terus berkiprah dalam dunia sosial dan politik. Melalui kolaborasi lintas lembaga dan organisasi, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif tentang pentingnya peran perempuan dalam demokrasi.
Dalam paparannya, Sarwi Ruci menekankan pentingnya pendidikan demokrasi bagi perempuan agar dapat berperan aktif sebagai agen perubahan. Ia menyampaikan bahwa partisipasi perempuan tidak hanya sebatas pada hak memilih, tetapi juga dalam proses pengambilan keputusan publik. “Perempuan memiliki kekuatan moral dan intelektual yang luar biasa. Ketika perempuan terlibat dalam proses demokrasi, maka kebijakan yang lahir akan lebih adil, empatik, dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat,” ujar Sarwi Ruci. Menurutnya, penguatan kapasitas perempuan dalam memahami politik dan demokrasi merupakan langkah awal untuk menciptakan kepemimpinan yang inklusif. Dengan begitu, perempuan tidak hanya menjadi objek kebijakan, tetapi juga subjek yang berdaya dan berpengaruh dalam arah pembangunan bangsa.
Selain membahas isu partisipasi politik, Sarwi Ruci juga menyoroti pentingnya kepemimpinan perempuan dalam menanamkan nilai-nilai etika, integritas, dan tanggung jawab sosial di tengah dinamika masyarakat modern. Ia menilai bahwa kehadiran perempuan di ruang publik membawa warna baru dalam proses demokratisasi dan tata kelola pemerintahan. Menurutnya, perempuan memiliki kepekaan sosial yang tinggi dan mampu melihat persoalan masyarakat dari perspektif kemanusiaan. Oleh karena itu, pendidikan politik bagi perempuan harus terus digalakkan agar mampu menjadi pemimpin yang cerdas dan berintegritas. Keterlibatan aktif perempuan dalam politik akan memperkuat fondasi demokrasi yang partisipatif dan berkeadilan.
Kegiatan Bincang Perempuan ini mendapat apresiasi positif dari para peserta, terutama kader Kohati yang hadir dari berbagai perguruan tinggi di Kota Blitar. Para peserta terlibat aktif dalam sesi diskusi, berbagi pandangan tentang peran perempuan di era digital dan tantangan kepemimpinan masa kini. Bawaslu Kota Blitar menilai kegiatan seperti ini sangat relevan untuk mendorong partisipasi perempuan dalam pengawasan pemilu maupun pembangunan demokrasi secara lebih luas. Melalui forum semacam ini, diharapkan muncul generasi perempuan muda yang kritis, berani, dan memiliki kepekaan sosial tinggi. Kolaborasi antara Bawaslu dan organisasi perempuan seperti Kohati menjadi langkah strategis dalam memperkuat pendidikan demokrasi berbasis kesetaraan dan pemberdayaan.