Bawaslu Kota Blitar menghadiri Rapat Pleno Rekapitulasi Daftar Pemilih Berkelanjutan (DPB) Triwulan IV
|
Bawaslu Kota Blitar menghadiri Rapat Pleno Rekapitulasi Daftar Pemilih Berkelanjutan (DPB) Triwulan IV pada 08 Desember 2025 yang diselenggarakan oleh KPU Kota Blitar. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Dispendukcapil, Bakesbangpol, Polres, TNI, serta sejumlah lembaga sosial yang memantau jalannya pemutakhiran data pemilih.
Rapat pleno dibuka oleh Rangga Bisma Aditya selaku Ketua KPU Kota Blitar yang menekankan pentingnya validasi data secara berkesinambungan. Kolaborasi antarlembaga menjadi perhatian utama demi memastikan kualitas data pemilih yang akurat.
Sarwi Ruci, Koordinator Divisi HPPH Bawaslu Kota Blitar, menyampaikan saran perbaikan berupa 28 data pemilih meninggal dunia. Data tersebut terdiri dari 15 laki-laki dan 13 perempuan hasil temuan selama proses pengawasan. Bawaslu berharap data ini segera ditindaklanjuti agar tidak lagi tercantum dalam daftar pemilih aktif. Penyampaian data ini merupakan komitmen Bawaslu dalam memastikan daftar pemilih tersusun secara bersih dan akurat. Upaya ini juga merupakan bagian dari pengawasan berkelanjutan yang dilakukan setiap triwulan.
Dalam penyampaiannya, Sarwi Ruci menyatakan singkat, “Data pemilih harus terus diperbarui secara teliti agar tidak menimbulkan masalah pada tahapan pemilu. Temuan 28 pemilih meninggal ini kami sampaikan sebagai komitmen menjaga akurasi daftar pemilih.” Kutipan tersebut menegaskan pentingnya ketelitian dalam proses pemutakhiran data. Sarwi juga mengapresiasi kerja sama yang baik antara Bawaslu dan KPU dalam menindaklanjuti setiap rekomendasi perbaikan. Sinergi dua lembaga ini menjadi kunci penguatan integritas data pemilih.
Berdasarkan hasil pleno, jumlah Rekapitulasi Daftar Pemilih Berkelanjutan pada Pemutakhiran Data pemilih Berkelanjutan pada Triwulan IV sebanyak 122.373 pemilih. Angka ini meningkat dibandingkan DPB Triwulan III yang berjumlah 121.856 pemilih. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa proses pemutakhiran data berjalan aktif dan responsif terhadap dinamika populasi. Hal ini juga membuktikan bahwa kerja sama Bawaslu dan KPU dalam pemutakhiran data berlangsung efektif.