Bawaslu Kota Blitar Terima Naskah Pks Dari Universitas Nahdlatul Ulama Blitar, Perluas Literasi Demokrasi Ke Lingkungan Kampus
|
Bayangkan mahasiswa yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memahami hak politiknya, mampu mengawasi jalannya pemilu, dan berkontribusi nyata dalam menjaga kualitas demokrasi. Itulah gambaran yang ingin diwujudkan Bawaslu Kota Blitar melalui perpanjangan Perjanjian Kerja Sama bersama Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar yang resmi diterima pada Rabu, 1 Oktober 2026.
Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Ketua Bawaslu Kota Blitar Romahudi Fitrianto didampingi Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa (PPPS) M. Nur Aziz beserta staf. Di UNU Blitar, rombongan Bawaslu diterima oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Humas, Alumni, dan Kerja Sama Ardhi Sanwidi, S.Pd., M.Pd. serta Kepala Biro Kepegawaian, Keuangan, dan Perencanaan Wijianto, M.Pd.
Perjanjian yang akan berlaku selama lima tahun ke depan ini membuka manfaat yang luas bagi masyarakat, khususnya sivitas akademika UNU Blitar. Mahasiswa kini memiliki akses langsung terhadap pendidikan demokrasi dan kepemiluan dari lembaga yang berwenang, sehingga pemahaman mereka tentang pentingnya pengawasan pemilu tidak lagi sebatas teori di ruang kelas. Lebih jauh, kerja sama ini membuka peluang nyata bagi mahasiswa untuk terlibat langsung melalui program magang dan penelitian di Bawaslu Kota Blitar, sebuah kesempatan untuk mewujudkan tri dharma perguruan tinggi sekaligus berkontribusi pada penguatan demokrasi di tingkat lokal.
Bagi masyarakat Kota Blitar secara luas, kehadiran mahasiswa yang melek demokrasi dan pengawasan pemilu adalah aset jangka panjang. Mereka adalah calon pemilih, calon pemimpin, dan calon pengawas yang akan turut menentukan kualitas demokrasi di masa mendatang.
Bawaslu Kota Blitar memandang perguruan tinggi sebagai mitra strategis dalam membangun ekosistem demokrasi yang sehat dan berkelanjutan. Dengan mendekatkan lembaga pengawas pemilu ke lingkungan akademik, diharapkan lahir generasi yang tidak hanya paham akan haknya, tetapi juga berani dan siap menjaga demokrasi dari ancaman pelanggaran pemilu.
Penulis: Toni Putra