Dapat Apresiasi dari Bawaslu Jatim, Bawaslu Kota Blitar Diminta Pertahankan Manajemen Akuntabilitas
|
Dalam rangka monitoring pelaksanaan Rencana Aksi Penguatan Kelembagaan, Bawaslu Provinsi Jawa Timur melaksanakan zoom meeting bersama Bawaslu Kota Blitar pada 16 September 2025. Kegiatan ini berlangsung di Kantor Bawaslu Kota Blitar dengan diikuti oleh Ketua Bawaslu Kota Blitar, Koordinator Sekretariat, serta staf keuangan dan staf SDM. Monitoring ini menjadi bagian dari upaya menjaga konsistensi pelaksanaan program penguatan kelembagaan. Bawaslu Kota Blitar sebagai salah satu peserta pilot project akuntabilitas keuangan turut memaparkan perkembangan yang sudah dilakukan. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung secara tertib dan interaktif.
Pada kesempatan ini, Koordinator Sekretariat Bawaslu Kota Blitar, Ihda Rohmawati, menyampaikan berbagai progress yang telah dijalankan. Ia menjelaskan bahwa rencana aksi penguatan kelembagaan tidak hanya dilakukan secara internal, tetapi juga melibatkan instansi eksternal. Menurut Ihda, “Kami berupaya membangun sinergi dengan berbagai pihak agar program ini berjalan optimal, mulai dari mengikuti pelatihan pengadaan barang dan jasa di BKPSDM Kota Blitar, koordinasi dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Blitar terkait pengadaan box arsip, hingga kerja sama lainnya.” Ia menegaskan bahwa dukungan eksternal sangat penting dalam mendukung efektivitas rencana aksi. Hal ini menjadi wujud nyata komitmen Bawaslu Kota Blitar dalam meningkatkan akuntabilitas.
Kepala Sekretariat Bawaslu Provinsi Jawa Timur, Jusuf, S.Si., M.A., turut memberikan apresiasi dalam kegiatan monitoring tersebut. Ia menyampaikan rasa bangga atas manajemen yang telah dilakukan oleh Koordinator Sekretariat Bawaslu Kota Blitar. Menurutnya, upaya yang telah dipaparkan menunjukkan keseriusan dalam mengelola program penguatan kelembagaan. Ia berharap agar praktik baik ini terus dipertahankan dan ditingkatkan di masa mendatang. Dukungan tersebut menjadi dorongan moral bagi Bawaslu Kota Blitar untuk menjaga konsistensi kinerja.
Lebih lanjut, Jusuf juga berpesan agar Bawaslu Kota Blitar mempersiapkan segala hal yang diperlukan untuk tahapan selanjutnya. Pada program peer learning penguatan kelembagaan yang diselenggarakan Bawaslu Provinsi Jawa Timur, Bawaslu Kota Blitar diharapkan dapat kembali memaparkan progres akuntabilitas keuangannya. Hal ini akan menjadi kesempatan untuk berbagi praktik baik dengan Bawaslu Kabupaten/Kota lainnya. Dengan demikian, pengalaman Bawaslu Kota Blitar dapat menjadi inspirasi bagi lembaga pengawas pemilu di wilayah lain. Harapannya, penguatan kelembagaan dapat berjalan serentak dan memberikan dampak positif secara luas.
Penulis : Sandra Prisc
Editor : Ihda Rohmawati