Hadapi Kompleksitas Serangan Siber, Bawaslu dan BSSN Perketat Keamanan Tata Kelola Pemilu Digital
|
Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI bersama Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) memperkuat sinergi untuk mengamankan tata kelola pengawasan Pemilu berbasis digital. Kegiatan bertajuk "Sinergi Bawaslu dan BSSN: Memperkuat Keamanan Digital dalam Tata Kelola Pengawasan Pemilu" ini dibuka secara resmi oleh Ketua Bawaslu RI, Rahmat Bagja, Rabu (9/9/2026).
Acara yang dipusatkan di Kantor Bawaslu RI ini diikuti secara hibrid oleh jajaran Bawaslu di seluruh Indonesia. Ketua Bawaslu Kota Blitar, Roma Hudi Fitrianto beserta anggota dan staf mengikuti kegiatan ini secara daring melalui zoom meeting.
Dalam sambutannya, Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja menekankan bahwa kerja sama ini membuka peluang besar untuk mewujudkan sistem pengawasan dan penyelenggaraan Pemilu yang lebih cepat, efisien, serta terintegrasi berbasis teknologi informasi. Kendati demikian, ia mengingatkan perlunya antisipasi terhadap cakupan data yang semakin besar serta peningkatan kompleksitas ancaman siber.
Sementara itu, perwakilan BSSN yang hadir menyampaikan komitmen penuh dalam mendukung pengamanan digital Pemilu. Dalam pemaparan materinya, Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Pemerintahan dan Pembangunan Manusia BSSN, Dr. Sulistyo, S.Si., S.T., M.Si., menjelaskan pentingnya penerapan prinsip security by design dalam pemerintahan digital guna menghadapi kerentanan serta ragam potensi ancaman siber.
Kolaborasi strategis antara Bawaslu dan BSSN ini mencakup asesmen risiko sistem pengawasan Pemilu, koordinasi tanggap insiden melalui Gov-CSIRT, peningkatan kapasitas personel, hingga perlindungan data dan pemanfaatan sertifikat elektronik. Melalui sinergi yang solid ini, diharapkan tercipta sistem keamanan digital yang adaptif sehingga kredibilitas, transparansi, dan kualitas penyelenggaraan Pemilu dapat terus terjaga.