Ketua MAPILU Jatim Dorong Strategi Membangun Kepercayaan Publik terhadap Bawaslu
|
Dalam kegiatan Penguatan Kelembagaan Bawaslu Kota Blitar yang diselenggarakan pada 6 Oktober 2025 di Hotel Puri Perdana Kota Blitar, Drs. Machmud Suhermono, selaku Ketua MAPILU Provinsi Jawa Timur, hadir sebagai narasumber dan menyampaikan materi bertajuk Strategi Meningkatkan Kepercayaan Publik terhadap Bawaslu. Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa lembaga pengawas pemilu perlu memperkuat perannya sebagai institusi yang terbuka, akuntabel dan responsif terhadap dinamika publik. Menurutnya, kepercayaan masyarakat tidak bisa dibangun secara instan, melainkan melalui kerja nyata dan komunikasi yang konsisten. Keterbukaan informasi dan akuntabilitas publik menjadi fondasi utama agar Bawaslu semakin dipercaya oleh masyarakat di setiap tingkatan.
Lebih lanjut, Machmud menjelaskan pentingnya transparansi dan publikasi positif dalam membangun citra lembaga pengawas yang kredibel. Ia mendorong Bawaslu agar lebih aktif menyebarluaskan informasi keberhasilan dan capaian pengawasan melalui media resmi maupun media sosial. Langkah tersebut dinilai efektif dalam menumbuhkan kesadaran publik mengenai peran penting Bawaslu dalam menjaga integritas demokrasi. Ia juga menekankan bahwa strategi komunikasi publik yang baik mampu mengubah persepsi masyarakat terhadap penyelenggaraan pemilu yang bersih dan profesional. Dengan demikian, publik tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut berperan aktif dalam mengawasi jalannya demokrasi.
Dalam kesempatan itu, Machmud juga menyoroti pentingnya literasi digital dan kemampuan masyarakat dalam memilah informasi yang benar di tengah maraknya arus disinformasi. Ia menyampaikan bahwa hoaks dan berita palsu kerap menyebar sehingga memicu emosi publik seperti rasa marah atau takut. Untuk itu, Bawaslu perlu membekali masyarakat dan jajarannya dengan kemampuan literasi digital agar mampu menangkal informasi menyesatkan yang berpotensi merusak kepercayaan publik. Menurutnya, pelatihan dan edukasi berbasis komunitas menjadi salah satu langkah nyata dalam memperkuat masyarakat dalam menolak adanya informasi palsu. Ia juga mengingatkan bahwa peran pengawas pemilu di era digital kini bukan hanya di lapangan, tetapi juga di ruang maya.
Menutup penyampaiannya, Machmud menekankan perlunya memperkuat nilai akuntabilitas keuangan dalam setiap kegiatan Bawaslu sebagai bentuk tanggung jawab moral dan kelembagaan. Ia menyatakan bahwa pengelolaan dana publik harus dilakukan secara transparan, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat. Akuntabilitas keuangan, katanya, menjadi salah satu faktor penting dalam membangun kredibilitas lembaga dan menjaga kepercayaan publik. Ia mengajak seluruh jajaran Bawaslu untuk terus memperkuat integritas dan profesionalitas dalam setiap tahapan pengawasan. “Kepercayaan publik akan tumbuh ketika masyarakat melihat kesungguhan Bawaslu bekerja dengan jujur, terbuka dan bertanggung jawab,” pungkasnya.