Mengemas Kerja Pengawasan Menjadi Konten yang Menarik, Bawaslu Kota Blitar Dorong Konten Publikasi yang Lebih Relevan dan Bermanfaat
|
Bagaimana membuat konten publikasi yang tidak hanya menunjukkan aktivitas kelembagaan, tetapi juga menarik perhatian dan memberikan manfaat bagi masyarakat? Terjebak dalam pusaran agenda seremonial yang kaku dan monoton sering kali membuat informasi seputar lembaga pengawas pemilu terasa jauh dari keseharian masyarakat. Padahal, di balik deretan agenda formal tersebut, tersimpan denyut perjuangan demokrasi yang semestinya bisa disampaikan dengan cara yang jauh lebih membumi.Hal tersebut menjadi salah satu tantangan yang dibahas dalam Sinau Bareng Bawaslu (SABER) Seri ke-22 yang dilaksanakan di Kantor Bawaslu Kota Blitar, Senin (7/9/2026).
Mengangkat tema “Bentuk Konten sebagai Media Publikasi di Media Sosial”, kegiatan ini menjadi ruang evaluasi dan pembahasan bersama untuk meningkatkan kualitas publikasi Bawaslu agar lebih kreatif dan relevan.
Anggota Bawaslu Kota Blitar, Sarwi Ruci, menyampaikan bahwa pembahasan tersebut sejalan dengan hasil evaluasi Humas Bawaslu RI dalam rapat koordinasi di Surabaya. Salah satu sorotan adalah pemberitaan Bawaslu yang masih banyak berfokus pada kegiatan seremonial.
“Padahal kegiatan lain juga bisa dikemas lebih menarik. Tidak harus selalu pimpinan yang menjadi pemeran utama, tetapi bisa melihat dari sisi masyarakat. Misalnya PDPB dapat dikemas dari perspektif pengawalan hak pilih,” ujar Sarwi.
Menurutnya, publikasi tidak cukup hanya menunjukkan bahwa Bawaslu bekerja, tetapi perlu menghadirkan konten yang relate, informatif, dan bermanfaat bagi masyarakat. Melalui SABER Seri ke-22, Bawaslu Kota Blitar mendorong evaluasi bersama agar kerja-kerja pengawasan dapat dikomunikasikan dengan cara yang lebih menarik dan dekat dengan masyarakat.