Romy Soekarno Dorong Bawaslu Jadi Katalis Demokrasi Digital, Tekankan Pentingnya Mental dan Karakter Pemilih Muda
|
Anggota Komisi II DPR RI, Romy Soekarno, hadir sebagai narasumber secara daring dalam kegiatan Penguatan Kelembagaan Bawaslu Kota Blitar pada 6 Oktober 2025. Dalam paparannya, ia menyoroti pentingnya kesiapan Bawaslu dalam menghadapi sistem E-Voting yang akan memerlukan pengawasan ketat dan keterlibatan aktif lembaga pengawas pemilu. Menurutnya, Bawaslu tidak hanya berperan dalam pengawasan, pencegahan, dan penyelesaian sengketa, tetapi juga harus menjadi bagian penting dari transformasi demokrasi digital di Indonesia.
Romy menegaskan bahwa penerapan E-Voting bukan sekadar adopsi teknologi, melainkan perubahan paradigma demokrasi menuju sistem yang lebih efisien, transparan, dan akuntabel. Ia menyampaikan bahwa Bawaslu berperan strategis dalam memastikan keamanan data, keadilan proses, serta memberikan literasi kepada masyarakat terkait sistem baru ini. “Peran Bawaslu sangat krusial, bukan hanya memastikan tidak ada manipulasi, tetapi juga menyiapkan masyarakat agar siap menjadi pemilih digital yang cerdas,” ujarnya.
Lebih lanjut, Romy menggarisbawahi pentingnya pembangunan mental dan karakter pemilih, khususnya bagi generasi muda seperti Gen Z dan Gen X. Menurutnya, partisipasi politik yang bermakna tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak masyarakat memilih, tetapi juga oleh kualitas pemilih yang kritis dan berintegritas. Ia mengajak Bawaslu bersama berbagai pihak untuk mengedepankan edukasi politik yang berorientasi pada pembentukan karakter pemilih yang tangguh dan berdaya pikir rasional.
Menutup paparannya, Romy Soekarno menyampaikan harapan agar Blitar dapat menjadi laboratorium demokrasi digital nasional, tempat lahirnya inovasi pengawasan dan partisipasi publik yang berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa perjalanan menuju demokrasi digital harus dimulai dari penguatan kelembagaan dan karakter masyarakat. “Bawaslu harus menjadi garda depan dalam menjaga kedaulatan suara rakyat di era digital, dengan integritas sebagai fondasi utama,” pungkasnya.