Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Kota Blitar Ajak Mahasiswa Baru AKN Putra Sang Fajar Jadi Pengawas Partisipatif

BAWASLU

Kota Blitar — Bawaslu Kota Blitar menghadiri kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) di Akademi Komunitas Negeri (AKN) Putra Sang Fajar Blitar (26/08/2025). Kehadiran Bawaslu dalam kegiatan ini sebagai bagian dari upaya pendidikan politik kepada generasi muda. Sarwi Ruci, Anggota Bawaslu Kota Blitar sekaligus Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas (HPPH), hadir sebagai narasumber. Ia memberikan pemaparan mengenai tugas, fungsi, serta kewenangan Bawaslu. Selain itu, disampaikan pula peran Bawaslu pada masa non-tahapan pemilu yang tetap dijalankan secara berkesinambungan.

Dalam pemaparannya, Sarwi Ruci menekankan bahwa mahasiswa memiliki peran penting dalam mengawal proses demokrasi. Ia menyampaikan bahwa keterlibatan generasi muda sangat dibutuhkan, khususnya melalui pengawasan partisipatif. Menurutnya, partisipasi aktif mahasiswa dapat memperkuat transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan pemilu. “Peran pemuda sebagai pengawas partisipatif akan sangat berpengaruh dalam mendorong demokrasi yang lebih bersih dan berintegritas,” ujar Sarwi Ruci. Hal ini sekaligus menjadi dorongan bagi mahasiswa untuk memahami lebih dalam dinamika kepemiluan.

Pemaparan materi yang disampaikan berlangsung secara interaktif. Sarwi Ruci menyelipkan sejumlah pertanyaan seputar kepemiluan untuk menguji wawasan mahasiswa. Cara ini membuat suasana penyampaian materi menjadi lebih hidup dan menarik. Mahasiswa terlihat antusias dalam mengikuti sesi tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa generasi muda memiliki perhatian besar terhadap isu demokrasi dan kepemiluan.

Bawaslu Kota Blitar berharap melalui kegiatan ini, mahasiswa baru AKN Putra Sang Fajar dapat memahami pentingnya peran pengawasan pemilu. Kesadaran sejak dini akan memberikan pengaruh positif terhadap partisipasi aktif mereka dalam menjaga integritas demokrasi. Kegiatan ini juga menjadi momentum memperkuat sinergi antara Bawaslu dan kalangan akademik. Dengan demikian, pengawasan partisipatif dapat terus tumbuh di kalangan generasi muda. Bawaslu menegaskan bahwa pemilu yang berkeadilan membutuhkan keterlibatan semua pihak, termasuk mahasiswa.