Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Kota Blitar Teken MoU Literasi Demokrasi, Perkuat Sinergi Pendidikan Politik dan Pengawasan

BAWASLU

Bawaslu Kota Blitar terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat pendidikan politik dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap nilai-nilai demokrasi. Hal ini diwujudkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) tentang Literasi Demokrasi dengan sejumlah instansi daerah. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka Penguatan Kelembagaan Bawaslu Kota Blitar yang berlangsung di Graha Kagawara, Hotel Puri Perdana, pada Senin, 6 Oktober 2025. Penandatanganan MoU ini menjadi salah satu bentuk nyata sinergi antara lembaga penyelenggara pemilu dengan institusi pemerintah daerah dalam membangun pemahaman demokrasi yang kuat di kalangan masyarakat. Melalui kerja sama ini, diharapkan upaya literasi demokrasi dapat menjangkau berbagai lapisan, mulai dari pelajar hingga masyarakat umum.

bawaslu

MoU ini ditandatangani oleh Mohammad Kanzul Fathon, S.Ag., M.Pd.I. selaku Kepala Kementerian Agama Kota Blitar, Suwarno selaku Pengawas SMA dari Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Blitar, serta Toto Robandiyo, S.Sos., M.Si. selaku Kepala Bakesbangpol Kota Blitar. Ketiga instansi tersebut memiliki peran strategis dalam memperkuat ekosistem literasi demokrasi di wilayah Kota Blitar. Kolaborasi ini menjadi langkah awal dalam membangun jejaring koordinasi yang terarah, terutama dalam mendukung pelaksanaan kegiatan edukatif dan sosialisasi tentang demokrasi di lingkungan sekolah dan masyarakat. Selain sebagai bentuk sinergi antarinstansi, kerja sama ini juga diharapkan dapat memperluas jangkauan program Bawaslu dalam menyebarkan nilai-nilai partisipatif dan pengawasan pemilu. Dengan adanya dukungan dari berbagai lembaga, kegiatan literasi demokrasi akan semakin terintegrasi dan efektif.

Ketua Bawaslu Kota Blitar, Roma Hudi Fitrianto, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk nyata komitmen Bawaslu dalam menjalankan perannya sebagai lembaga pengawas sekaligus edukator demokrasi. “Melalui kerja sama ini, kami ingin memastikan bahwa nilai-nilai demokrasi tidak hanya dipahami sebatas prosedural, tetapi menjadi budaya yang tumbuh di masyarakat,” ujarnya. Roma juga menegaskan pentingnya peran lembaga pendidikan dan pemerintah daerah dalam memperluas ruang literasi demokrasi agar generasi muda memiliki kesadaran politik yang sehat. Menurutnya, langkah ini juga sejalan dengan visi Bawaslu untuk memperkuat pengawasan partisipatif dan membangun masyarakat yang berintegritas dalam kehidupan berdemokrasi. Dengan kolaborasi ini, Bawaslu berharap dapat membentuk pola kerja sama yang berkelanjutan dan berdampak luas.

bawaslu

Setelah penandatanganan MoU, Bawaslu Kota Blitar menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti kesepakatan ini dengan program konkret yang menyentuh langsung masyarakat. Kegiatan bersama dengan Kemenag, Cabang Dinas, dan Bakesbangpol nantinya akan difokuskan pada penguatan literasi demokrasi di lingkungan pendidikan, keagamaan, dan pemerintahan. Selain itu, Bawaslu juga berencana mengembangkan forum diskusi, pelatihan, dan sosialisasi yang melibatkan pelajar, tokoh masyarakat, serta organisasi kepemudaan. Diharapkan, kerja sama ini mampu memperkuat kapasitas masyarakat dalam memahami hak dan kewajiban politiknya. Dengan demikian, sinergi ini bukan hanya memperkuat kelembagaan Bawaslu, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam menciptakan demokrasi yang cerdas, partisipatif, dan berintegritas di Kota Blitar.