Bawaslu Kota Blitar Matangkan Persiapan Pilot Project Penguatan Kelembagaan
|
Bawaslu Kota Blitar menyelenggarakan rapat internal terkait pembahasan rencana aksi Pilot Project Penguatan Kelembagaan pada Selasa, 5 Agustus 2025, bertempat di Kantor Bawaslu Kota Blitar. Rapat ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Penguatan Kelembagaan yang sebelumnya dilaksanakan di Kediri. Dalam kesempatan ini, Ketua Bawaslu Kota Blitar, Roma Hudi Fitrianto, menegaskan bahwa Bawaslu Kota Blitar ditunjuk sebagai salah satu pilot project di bidang akuntabilitas keuangan. Untuk itu, Bawaslu Kota Blitar harus benar-benar siap menghadapi amanah besar tersebut. Rapat internal difokuskan pada pemaparan rencana aksi dan indikator keberhasilan program.
Roma Hudi Fitrianto menjelaskan bahwa tujuan dari penunjukan sebagai pilot project adalah untuk memastikan keuangan lembaga dikelola secara transparan, akuntabel, dan bebas dari celah penyimpangan. Selain itu, program ini juga menekankan pentingnya digitalisasi Surat Pertanggungjawaban (SPJ), pelatihan verifikator, kendali internal, hingga audit mandiri. Semua langkah ini diharapkan memperkuat budaya tertib administrasi dan transparansi publik. Bawaslu Kota Blitar berharap melalui pilot project ini, tujuan pengelolaan keuangan yang bersih, transparan, dan akuntabel dapat benar-benar terwujud.
Dalam rapat ini juga dibahas rencana aksi strategis yang mencakup pengelolaan Barang Milik Negara (BMN), penanganan hasil verifikasi SPJ, serta pelatihan internal bagi staf keuangan. Rencana aksi yang disusun meliputi inventarisasi BMN, digitalisasi dokumen, hingga penyusunan laporan bulanan dan tahunan. Hal ini bertujuan agar seluruh proses pengelolaan anggaran dan aset terpantau secara efektif dan akuntabel. Dengan adanya indikator yang jelas, diharapkan pilot project ini menjadi model yang dapat ditiru oleh daerah lain. Implementasi yang baik juga akan mendorong terciptanya kepercayaan publik terhadap tata kelola keuangan lembaga pengawas pemilu.
Ketua Bawaslu Kota Blitar, Roma Hudi Fitrianto, menegaskan bahwa persiapan ini harus dilakukan dengan matang. “Kami ingin memastikan bahwa penunjukan sebagai pilot project ini bukan hanya formalitas, tetapi benar-benar membawa dampak pada tata kelola yang transparan dan akuntabel. Ke depan, pengawasan tidak hanya fokus pada proses kepemiluan, tetapi juga bagaimana lembaga kami mengelola keuangan negara secara bertanggung jawab. Dengan digitalisasi dan sistem yang lebih tertib, kami optimis bisa menjadi contoh bagi daerah lain,” ujarnya. Bawaslu Kota Blitar berharap program ini dapat meningkatkan kualitas kelembagaan sekaligus memperkuat integritas lembaga pengawas pemilu.