Lompat ke isi utama

Berita

Cangkrukan Demokrasi Seri ke-8: Roma Hudi Paparkan Digitalisasi Arsip di Era Keterbukaan Informasi

BAWASLU

Kota Blitar - Ketua Bawaslu Kota Blitar, Roma Hudi Fitrianto menjadi narasumber dalam kegiatan Cangkrukan Demokrasi Seri ke-8 yang membahas tema engagement dan digitalisasi arsip Bawaslu (12/08). Kegiatan yang dibuka oleh A. Warits selaku Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Timur ini menekankan pentingnya ruang diskusi untuk memperkuat eksistensi Bawaslu di tengah komunikasi yang kompleks karena beragamnya informasi. Dalam sambutannya, A. Warits menyatakan bahwa Bawaslu perlu menunjukkan eksistensi di media sosial dan memperkuat kemampuan mentransfer pengetahuan pengawasan pemilu ke ruang publik menggunakan teknologi informasi. Forum diskusi ini menjadi wadah strategis untuk mengembangkan kapasitas lembaga dalam menghadapi tantangan komunikasi era digital.

Nurul Muhtadin dari Bawaslu Tulungagung menyampaikan materi pertama tentang strategi menaikkan engagement media sosial dengan menekankan perlunya strategi khusus meski sedang non-tahapan. Ia menjelaskan konsep humanisasi lembaga melalui storytelling yang menggambarkan perjuangan lembaga dapat meningkatkan engagement secara efektif. Penggunaan konten yang menarik dan konsisten menjadi kunci utama dalam membangun hubungan dengan publik. Nurul juga menyampaikan pesan penting terkait etika kehumasan, dimana praktisi humas tidak boleh berorientasi subjektif atau kepentingan pribadi namun harus mengutamakan kepentingan lembaga.

Materi kedua disampaikan oleh Anggota Bawaslu Kota Batu yang membahas membangun penikmat media sosial Bawaslu yang loyal dan organik. Pemateri menjelaskan bahwa media sosial telah menciptakan fenomena masyarakat baru di tengah masyarakat dengan basis internet yang memungkinkan berbagi dan berkomunikasi. Engagement menjadi indikator penting eksistensi Bawaslu yang berfungsi meningkatkan jangkauan, membangun hubungan, memproses feedback, dan meningkatkan konversi untuk memperoleh audiens organik. Keberhasilan pengelolaan media sosial membutuhkan konsistensi dan kreativitas dalam setiap konten yang diproduksi.

Roma Hudi Fitrianto menutup rangkaian materi dengan memaparkan digitalisasi arsip di era keterbukaan informasi publik, dimulai dengan penjelasan pemecahan arsip yakni dokumen, berkas, dan data beserta perbedaan masing-masing pengertiannya. "Pentingnya pemahaman untuk mengetahui perbedaan dari masing-masing pengertian ini menjadi dasar dalam digitalisasi arsip," ungkap Roma Hudi. Ia menegaskan bahwa arsip memiliki peran vital dalam keterbukaan informasi sebagai sumber informasi, pendukung transparansi, dan fasilitator partisipasi masyarakat. "Salah satu tujuan digitalisasi adalah untuk mempermudah pencarian informasi dan memperkuat transparansi serta akuntabilitas pengawasan pemilu," jelasnya. Yudi Agung Nugraha turut memperkuat dengan menyampaikan integrasi strategi engagement dan digitalisasi arsip, termasuk inovasi Form A Kota Kediri yang menggunakan Google Form untuk pengisian data termasuk upload foto, dengan tetap memperhatikan aturan kerahasiaan data untuk tujuan konten edukatif.

Kegiatan Cangkrukan Demokrasi Seri ke-8 ini diharapkan dapat menjadi katalis bagi seluruh jajaran Bawaslu untuk meningkatkan kapasitas dalam pemanfaatan teknologi informasi. Roma Hudi menyampaikan harapannya agar hasil diskusi ini dapat diimplementasikan secara konkret di masing-masing daerah untuk memperkuat eksistensi Bawaslu di ruang digital. "Dengan digitalisasi arsip dan engagement yang tepat, kita dapat mentransfer pengetahuan pengawasan pemilu kepada masyarakat secara lebih efektif," pungkasnya. Forum ini diharapkan menjadi momentum untuk membangun ekosistem komunikasi publik Bawaslu yang lebih modern dan responsif terhadap kebutuhan informasi masyarakat.