Bawaslu Kota Blitar Berikan Pendampingan Dan Sosialisasi Pemilih Pemula Di Smk Katolik Kota Blitar
|
Membangun kesadaran demokrasi perlu dimulai sejak dini, termasuk melalui lingkungan pendidikan. Pemilih pemula diharapkan memiliki pemahaman politik yang baik agar mampu menentukan pilihan secara cerdas, kritis, dan bertanggung jawab. Hal tersebut menjadi salah satu pesan dalam kegiatan Pendampingan dan Sosialisasi Pemilih serta Pemilihan Ketua OSIS di SMK Katolik Kota Blitar, Senin (2/11/2026).
Kegiatan ini menghadirkan Ketua Bawaslu Kota Blitar, Roma Hudi Fitrianto, dan Anggota Bawaslu Kota Blitar sekaligus Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (HP2H), Sarwi Ruci, sebagai pemateri.
Dalam penyampaian materinya, Roma Hudi Fitrianto mengajak para siswa untuk mulai mengenal dan memahami politik, khususnya sebagai calon pemilih pemula pada Pemilu 2029. Ia menekankan pentingnya mencermati visi, misi, serta rekam jejak setiap calon sebelum menentukan pilihan.
Roma juga mengingatkan agar generasi muda tidak bersikap apatis terhadap politik dan tidak mudah terpengaruh praktik politik uang. Menurutnya, generasi Z memiliki peran besar dalam menentukan arah demokrasi ke depan. Oleh karena itu, kesadaran politik yang baik perlu dibangun sejak sekarang sebagai bagian dari kontribusi generasi muda menuju Indonesia Emas 2045. Politik uang bukan hanya mencederai proses demokrasi, tetapi juga berpotensi merusak masa depan bangsa.
Materi berikutnya disampaikan oleh Sarwi Ruci yang membahas aturan dan tata cara pelaksanaan pemilihan Ketua OSIS. Ia menjelaskan bahwa proses pemilihan perlu dilaksanakan melalui tahapan yang tertib dan terencana, mulai dari pembentukan panitia pemilihan, penyusunan jadwal kampanye masing-masing calon, hingga penyediaan sarana dan prasarana pemungutan suara.
Selain itu, diperlukan mekanisme pelaporan apabila ditemukan dugaan pelanggaran selama proses pemilihan berlangsung. Setiap calon Ketua OSIS juga diharapkan memiliki visi dan misi yang jelas, tidak menyebarkan berita bohong untuk menjatuhkan calon lain, serta menjalankan seluruh tahapan pemilihan dengan penuh tanggung jawab.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kota Blitar mendorong para siswa untuk memahami bahwa praktik demokrasi tidak hanya berlangsung dalam pemilu, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sekolah. Pemilihan Ketua OSIS menjadi salah satu ruang pembelajaran untuk mengenal proses demokrasi, menghargai perbedaan pilihan, serta menjunjung tinggi asas Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur, dan Adil (LUBERJURDIL).
Pendidikan politik sejak dini diharapkan dapat membentuk generasi muda yang tidak hanya menggunakan hak pilihnya, tetapi juga memiliki kesadaran untuk turut menjaga demokrasi yang bersih, jujur, dan berintegritas.