Lompat ke isi utama

Berita

Penguatan Literasi Demokrasi di Sekolah, Wujud Sinergi Pendidikan dan Pengawasan Pemilu

BAWASLU

Dalam rangka memperkuat pemahaman politik di kalangan pemilih pemula, Bawaslu Kota Blitar melakukan koordinasi dengan MAN Kota Blitar pada Senin, 27 Oktober 2025. Pertemuan ini dihadiri oleh Koordinator Divisi PPPS, M. Nur Aziz, dan Koordinator Divisi HP2H, Sarwi Ruci, bersama dua staf. Kehadiran mereka disambut langsung oleh Kepala Sekolah MAN Kota Blitar, Muzaini, S.Ag., M.Ag., serta Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, Bastomi, S.Pd. Kegiatan tersebut menjadi wadah diskusi awal dalam menyusun langkah-langkah strategis terkait pelaksanaan sosialisasi pengawasan partisipatif. Suasana pertemuan berlangsung hangat dan penuh semangat kolaboratif antara kedua lembaga.

Dalam koordinasi ini, pembahasan difokuskan pada upaya menanamkan nilai-nilai demokrasi dan kesadaran politik sejak dini di lingkungan sekolah. MAN Kota Blitar menyampaikan dukungan terhadap inisiatif Bawaslu dalam memberikan edukasi kepemiluan kepada siswa. Dukungan tersebut menjadi sinyal positif bagi penguatan sinergi antara lembaga pendidikan dan penyelenggara pengawasan pemilu. Dalam kesempatan itu, Sarwi Ruci menyampaikan, “Pengawasan partisipatif perlu melibatkan pemilih pemula karena mereka adalah generasi penerus yang akan menentukan arah demokrasi di masa depan.” Melalui kegiatan sosialisasi yang direncanakan, para siswa diharapkan mampu memahami pentingnya peran mereka sebagai pemilih muda yang sadar dan bertanggung jawab.

Selain membahas teknis pelaksanaan kegiatan, pertemuan ini juga menyoroti keberlanjutan kerja sama antara Bawaslu Kota Blitar dan MAN Kota Blitar. Dalam kesempatan tersebut, Bawaslu menyerahkan draf perpanjangan Memorandum of Understanding (MoU) terkait Pendidikan Pengawasan Partisipatif untuk ditelaah lebih lanjut oleh pihak madrasah. MoU ini menjadi dasar hukum bagi pelaksanaan kegiatan bersama dalam rangka pendidikan politik di sekolah. Kedua pihak sepakat bahwa kolaborasi semacam ini perlu terus diperkuat agar manfaatnya semakin luas. Komitmen bersama ini mencerminkan keseriusan kedua lembaga dalam membangun budaya demokrasi yang sehat dan inklusif.

Menutup pertemuan, Sarwi Ruci kembali menekankan pentingnya menumbuhkan kesadaran pengawasan sejak usia sekolah sebagai bagian dari upaya pencegahan pelanggaran pemilu. Ia menyampaikan apresiasi atas komitmen MAN Kota Blitar yang terus mendukung kegiatan edukatif kepemiluan. Sinergi ini diharapkan tidak berhenti pada satu kegiatan saja, melainkan berlanjut dalam berbagai program kolaboratif lainnya. Melalui kemitraan ini, diharapkan lahir generasi muda yang cerdas, kritis, dan berintegritas dalam mengawal demokrasi Indonesia. Bawaslu Kota Blitar berkomitmen untuk terus memperkuat pendekatan partisipatif sebagai strategi pencegahan yang efektif dalam pengawasan pemilu.