Lompat ke isi utama

Berita

Wujudkan Demokrasi Berintegritas, Bawaslu Kota Blitar Tekankan Pentingnya Pengawasan Partisipatif

BAWASLU

Kota Blitar — Bawaslu Kota Blitar terus menunjukkan komitmen dalam memperkuat peran masyarakat sebagai pengawas pemilu. Melalui kegiatan pembekalan bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), Sarwi Ruci selaku Koordinator Divisi HPPH memberikan pemahaman mendalam mengenai pentingnya pengawasan partisipatif (03/06/2025). Ia menjelaskan bahwa masyarakat memiliki posisi strategis dalam menjaga kualitas demokrasi, bukan sekadar sebagai pemilih. Dalam paparannya, Sarwi mengacu pada Pasal 104 Huruf a Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum yang mengamanatkan pengembangan pengawasan partisipatif. Pesan utamanya jelas: pengawasan bukan hanya tugas Bawaslu, melainkan tanggung jawab bersama seluruh warga negara.

Sarwi menegaskan bahwa pengawasan partisipatif menjadi kunci dalam mencegah berbagai bentuk pelanggaran selama tahapan pemilu berlangsung. Keterlibatan masyarakat, khususnya generasi muda dan komunitas digital, dapat menjadi penggerak dalam menciptakan pemilu yang jujur dan adil. Ia menambahkan bahwa partisipasi aktif warga turut memperkuat nilai-nilai demokrasi substansial, bukan sekadar prosedural. Dengan begitu, pemilu tidak hanya menjadi ajang politik lima tahunan, melainkan juga sarana pendidikan demokrasi bagi publik. Peran masyarakat menjadi fondasi untuk menciptakan penyelenggaraan pemilu yang transparan dan akuntabel.

Selain memberikan pemahaman konseptual, kegiatan ini juga membekali peserta dengan strategi nyata dalam menggerakkan partisipasi masyarakat. Sarwi mendorong para CPNS Bawaslu agar menjadi motor penggerak di lingkungan kerjanya masing-masing untuk membangun budaya pengawasan bersama rakyat. Diskusi interaktif pun menjadi ruang bagi peserta menggali ide-ide kreatif dalam mendorong pengawasan partisipatif berbasis komunitas. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi dalam memahami mekanisme pencegahan pelanggaran sejak dini. Hal ini menjadi bukti bahwa kesadaran demokrasi dapat tumbuh dari lingkungan birokrasi yang berkomitmen pada integritas.

Melalui pembekalan tersebut, diharapkan lahir generasi pengawas pemilu yang tangguh dan adaptif terhadap dinamika sosial politik. Penguatan kapasitas ini tidak hanya membentuk aparatur yang profesional, tetapi juga menciptakan jejaring pengawasan yang inklusif. Bawaslu Kota Blitar menilai partisipasi masyarakat akan menjadi faktor penentu dalam keberhasilan penyelenggaraan Pilkada yang berkualitas. Dengan sinergi antara penyelenggara dan publik, cita-cita pemilu yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil dapat terwujud. Semangat ini menjadi fondasi menuju demokrasi yang semakin matang di Kota Blitar.