Wujudkan Pemilu Inklusif, Bawaslu Kota Blitar Gandeng PPDI Perkuat Pengawasan Partisipatif Ramah Disabilitas
|
Sebagai wujud komitmen nyata dalam menjunjung tinggi prinsip inklusivitas dan pemenuhan hak konstitusional bagi seluruh warga negara, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Blitar resmi menjalin kerja sama strategis dengan Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kota Blitar. Sinergi ini dikukuhkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tentang Kerja Sama Pengembangan Pusat Pengawasan Partisipatif yang Inklusif yang berlangsung pada Selasa (02/06).
Prosesi penandatanganan ini dilakukan langsung oleh Ketua Bawaslu Kota Blitar, Roma Hudi Fitrianto, bersama Ketua PPDI Kota Blitar, Budi Prasetyo, serta didampingi oleh Anggota Bawaslu Kota Blitar selaku Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (HP2H), Sarwi Ruci.
Ketua Bawaslu Kota Blitar, Roma Hudi Fitrianto, menyampaikan bahwa kerja sama ini bertujuan untuk memastikan ruang demokrasi di Kota Blitar berjalan tanpa diskriminasi. Melalui MoU ini, penyandang disabilitas tidak lagi hanya dipandang sebagai objek pemilu, melainkan ditempatkan sebagai subjek atau aktor aktif yang ikut mengawal jalannya pesta demokrasi."Demokrasi yang berintegritas adalah demokrasi yang aksesibel. Kami ingin memastikan rekan-rekan disabilitas mendapatkan hak informasi hukum kepemiluan yang setara, serta ruang yang aman untuk terlibat langsung dalam pengawasan partisipatif," ujar Roma.
Senada dengan hal tersebut, Kordiv HP2H Bawaslu Kota Blitar, Sarwi Ruci, menegaskan bahwa Divisi Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat akan mengawal langsung implementasi dari poin-poin krusial dalam Nota Kesepahaman ini. Fokus utama kerja sama ini meliputi penyusunan metode sosialisasi dan saluran komunikasi yang ramah disabilitas, seperti penggunaan bahasa isyarat serta pengembangan ekosistem pengawasan yang inklusif di lapangan. "Kami akan memastikan program-program edukasi ke depan, seperti Bawaslu Goes to Community, dikemas secara inklusif. Pendampingan dan partisipasi aktif dari sahabat disabilitas melalui PPDI di bawah kepemimpinan Bapak Budi Prasetyo akan menjadi kunci utama dalam membumikan pengawasan pemilu yang adil dan setara di Kota Blitar," pungkas Sarwi.
Melalui kerja sama ini, Bawaslu Kota Blitar berharap partisipasi penyandang disabilitas dalam proses demokrasi dapat semakin meningkat, tidak hanya sebagai pemilih tetapi juga sebagai bagian dari pengawas partisipatif. Sinergi dengan PPDI Kota Blitar diharapkan mampu menghadirkan ekosistem pengawasan yang lebih inklusif, aksesibel, dan ramah bagi seluruh lapisan masyarakat.
Penulis : Toni Putra