Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Kota Blitar Ajak Masyarakat Aktif dalam Pengawasan Pemilu Lewat Kegiatan Suling Baru

BAWASLU

Kota Blitar – Bawaslu Kota Blitar kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat literasi politik masyarakat dengan ikut berperan dalam kegiatan Suling Baru (Subuh Keliling Bersama Alim Ulama, Rakyat, dan Umaro) yang digelar di Masjid Al-Ikhlas, Jalan Sumba Kota Blitar, Minggu (21/09). Kegiatan ini diprakarsai Kankemenag Kota Blitar bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk BAZNAS, RSU Aminah, dan Ta’mir Masjid Al-Ikhlas. Kehadiran Bawaslu Kota Blitar menjadi bagian penting dalam dialog keumatan, guna menanamkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengawasan partisipatif. Kolaborasi lintas lembaga ini membuktikan bahwa penguatan demokrasi tidak bisa dilakukan sendirian. Semua elemen masyarakat perlu saling bersinergi demi terwujudnya pemilu yang jujur dan adil.

Dalam sesi dialog keumatan, M. Nur Aziz selaku anggota Bawaslu Kota Blitar sekaligus Kordiv Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa (PPPS), tampil sebagai narasumber. Ia memaparkan materi bertema “Sosialisasi Pengawasan Partisipatif” yang menekankan bahwa pengawasan pemilu bukan hanya tugas Bawaslu, tetapi juga hak dan kewajiban seluruh masyarakat. Menurutnya, partisipasi rakyat dalam mengawal jalannya demokrasi sangat menentukan kualitas pemilu. Bentuk keterlibatan itu dapat diwujudkan melalui pengawasan sejak awal hingga akhir proses pemilu. Termasuk dengan melaporkan segala bentuk pelanggaran yang terjadi kepada Bawaslu atau pihak berwenang.

M. Nur Aziz juga menegaskan bahwa pengawasan partisipatif merupakan wujud nyata tanggung jawab bersama dalam menjaga marwah demokrasi. Ia mendorong masyarakat agar berani bersuara dan tidak segan menyampaikan informasi ketika menemukan pelanggaran. Keterlibatan warga, lanjutnya, akan memperkuat kerja pengawasan yang dilakukan oleh Bawaslu secara kelembagaan. Dengan demikian, kualitas demokrasi di Kota Blitar dapat terus meningkat. Selain itu, pengawasan berbasis masyarakat akan mempersempit ruang terjadinya praktik curang dalam pemilu.

Kegiatan Suling Baru ini berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan, dihadiri oleh berbagai tokoh dan unsur pemerintah daerah. Selain dialog keumatan, masyarakat juga mendapatkan layanan dari berbagai seksi Kankemenag, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga terapi bekam. Kehadiran Bawaslu Kota Blitar memberi warna tersendiri dalam kegiatan tersebut, karena mampu menghadirkan perspektif pengawasan demokrasi di tengah kegiatan keagamaan. Bawaslu Kota Blitar berharap, pesan tentang pentingnya pengawasan partisipatif ini dapat melekat di benak masyarakat. Dengan begitu, setiap warga Kota Blitar tidak hanya aktif dalam peribadatan, tetapi juga turut berperan sebagai pengawas demokrasi yang berintegritas.

Penulis : Sandra Prisc
Editor : Sarwi Ruci