Bawaslu Kota Blitar Hadiri Workshop Etika dan Kampanye Media Digital Inklusif
|
Bawaslu Kota Blitar menghadiri Workshop Etika dan Kampanye Media Digital Inklusif yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Jiwa Sehat (PJS) Jawa Timur pada Rabu (17/6/2026) di Aula Bakesbangpol Kota Blitar. Sarwi Ruci selaku Anggota Bawaslu Kota Blitar hadir pada kegiatan ini selain itu juga diikuti oleh berbagai unsur pemangku kepentingan, di antaranya KPU Kota Blitar, organisasi penyandang disabilitas, media, serta pers mahasiswa sebagai bagian dari upaya membangun ruang digital yang sehat, inklusif, dan berkeadaban.
Kegiatan dibuka oleh Ketua Perhimpunan Jiwa Sehat (PJS) Jawa Timur, Syaiful Anam. Dalam sambutannya, ia menjelaskan bahwa PJS merupakan organisasi yang berfokus pada advokasi, pemberdayaan, dan pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas mental. Melalui berbagai program yang dijalankan, PJS berupaya mendorong terwujudnya masyarakat yang inklusif dengan menjunjung tinggi penghormatan terhadap hak asasi manusia, kesetaraan, dan partisipasi aktif penyandang disabilitas dalam kehidupan bermasyarakat.
Pada sesi materi, pegiat digital, Sulkhan Zuhdi, memaparkan pentingnya menciptakan kesetaraan di ruang digital. Ia menekankan bahwa inklusivitas tidak hanya diwujudkan melalui akses fisik, tetapi juga melalui edukasi dan penyediaan informasi yang ramah bagi seluruh kelompok masyarakat. Menurutnya, media digital memiliki peran strategis dalam membangun pemahaman publik yang lebih inklusif terhadap keberagaman serta mengurangi stigma yang masih sering muncul dalam berbagai narasi digital.
Sementara itu, Toto Tobandiyo selaku Kepala Bakesbangpol juga turut hadie menutup sesi diskusi ia menyampaikan bahwa forum diskusi ini menjadi wadah untuk memperluas pemahaman peserta mengenai konsep inklusivitas yang dapat diterapkan dalam lingkungan keluarga maupun masyarakat. Ia berharap hasil diskusi yang diperoleh dapat dikembangkan lebih lanjut sehingga mampu membangun lingkungan yang lebih ramah terhadap kesehatan mental serta mendorong partisipasi seluruh elemen masyarakat tanpa adanya stigma maupun diskriminasi.
Kehadiran Bawaslu Kota Blitar dalam kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperluas perspektif kelembagaan terkait nilai-nilai inklusivitas dan kesetaraan. Melalui kegiatan tersebut, Bawaslu Kota Blitar memperoleh tambahan wawasan yang dapat menjadi referensi dalam pelaksanaan tugas-tugas pengawasan serta pelayanan publik yang semakin terbuka, ramah, dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.